May 25
:: Cerita ketapel dan bola bekel ::
Katanya.. dibalik kesuksesan seorang laki-laki (suami), tidak lepas dari dukungan seorang wanita (istri). Dan sepertinya saya sudah demikian termakan pepatah itu. Saya begitu terobsesi membuat pasangan saya untuk ‘berjalan lebih cepat’, bahkan kalau perlu berlari cepat. Bisa dibayangkan kan.. sudah berlari, harus cepat pula. Untuk seseorang yang notabene terbiasa berjalan santai (pelan), tentunya hal ini cukup mengagetkan. Perlu effort yang besar untuk menyesuaikan.
Seperti umumnya pasangan baru lainnya -meskipun kami tidak bisa dibilang baru lagi-, yang masih membutuhkan adaptasi dan pembenahan disana sini, demikian juga kami. Pada saat saya mengetahui bahwa pasangan saya mengalami krisis kepercayaan diri untuk ‘menaklukkan’ ibukota (sementara kami harus menetap di ibukota), keinginan untuk membangkitkan kepercayaan diri pasangan tentu menjadi obsesi saya.
Menurut hemat saya, seseorang akan percaya diri apabila dia mengetahui banyak hal. Meskipun tidak sepenuhnya dari faktor tersebut, paling tidak dengan banyak tau akan memudahkan untuk berinteraksi dengan orang lain. Banyak hal yang bisa dibicarakan, tidak akan mati gaya, yang pada akhirnya akan membuat lebih percaya diri. Untuk itu saya sering ‘memaksa’ pasangan saya untuk suka membaca, meskipun dia tidak begitu suka membaca. Dan ternyata perlu waktu dan kesabaran yang ekstra.
Semenjak pasangan saya mengalami kecelakaan tiga minggu yang lalu yang mengakibatkan kaki kirinya patah, banyak hal yang membuat saya menyadari sesuatu. Dari perbincangan dengan seorang sahabat yang juga seorang suhu
, akhirnya saya menyadari bahwa yang dibutuhkan pasangan untuk memperoleh kehidupan yang lebih berkualitas itu adalah kekompakan.
Selama ini mungkin kami kurang kompak, sampai harus diingatkan untuk lebih kompak melalui kecelakaan yang dialami pasangan saya. Seperti yang dikatakan sahabat suhu saya itu, kecelakaan ini hanya sebuah isyarat. Isyarat bahwa ada yang harus diperlambat atau dipercepat. Saya jadi ingat bahwa yang menginginkan untuk cepat itu saya, sementara untuk keinginan tersebut saya memaksa pasangan saya untuk mensejajarkan diri dengan saya. Saya sendiri belum tau persis hikmah dari kecelakaan itu apa, tapi saya yakin pasti ada banyak hal yang bisa saya ambil.        
Untuk sementara yang saya pahami, kami memang harus terpelanting untuk bisa melambung tinggi, sama halnya dengan bola bekel yang harus dibanting keras agar bisa melambung tinggi. Kami harus mundur sejenak untuk kemudian melesat jauh kedepan, sama halnya dengan batu dalam ketapel, harus ditarik mundur untuk bisa melesat jauh kedepan.
Istirahat bukan berarti berhenti, namun mengumpulkan tenaga untuk perjalanan yang lebih jauh.
1 commentMay 15
Scramble egg with onion and tomato
Gara-gara tukang sayur di komplek rumah yang datangnya sesuka hatinya, kadang membuat aku harus lebih kreatif mengolah bahan makanan seadanya dirumah, menjadi hidangan yang -tentunya- istimewa. Apalagi sekarang dengan kondisi suami yang lagi banyak pantangan makanan, kadang suka bingung milih menu yang pas.
Karena stok bahan makanan dirumah udah abis, yang ada tinggal telur, tomat dan bawang bombay, maka jadilah hidangan sederhana tapi sehat. Pilihan menu yang simple, praktis dan cepat masaknya.
– Scramble egg with onion and tomato–
Bahan yang dibutuhkan :
- 5 butir telur (bisa kurang, bisa lebih sesuai selera)
- Bawang bombay 2 (ukuran sedang), cincang kasar.
- Bawang putih 6 butir, cincang halus.
- Tomat 2 buah, potong dadu.
- Lada hitam secukupnya.
- Garam secukupnya.
- Gula secukupnya.
- Cabe rawit (kalau suka) sesuai selera, cincang kasar.
No commentsMay 13
Minced beef in been sprout
Sejak suami kecelakaan april kemaren, yang akhirnya mengharuskan dia pantang makan beberapa jenis makanan, akhirnya sempet bikin bingung juga mo masakin apa. Tapi alhamdulillah untuk daging sapi masih diperbolehkan. Gak kebayang kalau daging juga harus dilarang. Paling banter dikasih tahu tempe aja tiap hari hehehe.
Satu minggu pertama pasca kecelakaan, aku cuman masakin tempe sama sayur bening aja tiap hari. Meski tempenya dimasak dalam beberapa variasi, ternyata tetep saja bikin bosen makannya. Sebagai selingan aku belikan bakso. Makan bakso juga gak bertahan lama, karena bosen juga.
Akhirnya kemaren pas belanja bulanan ke supermarket, sekalian belanja sayur dan daging. Dan kepikir buat masak taoge, yang kebetulan jenis sayur kesukaan suami. Berikut resep sederhana yang gampang masaknya.
–Minced beef in been sprout and kucai–
Bahan yang diperlukan : Taoge secukupnya, daging sapi giling 1/4 kg, kucai secukupnya, bawang putih (cincang kasar), jahe (keprek), lada hitam secukupnya, gula secukupnya, garam secukupnya, kecap asin 2 sdm, kecap manis 1 sdm, tepung jagung secukupnya.
Cara masak :
No commentsMay 6
April-ku
Bulan april tahun ini begitu berwarna buat aku. Banyak hal dan peristiwa yang terjadi, yang pada akhirnya sedikit merubah pola pikirku.
Tanggal 24 april, aku dikukuhkan sebagai seorang sarjana dengan menyandang predikat lulus dengan pujian. Alhamdulillah. Salah satu pencapaian yang cukup membanggakan buat aku, suami, juga orang tua.
Selang lima hari kemudian, tanggal 29 april, my beloved husband, mengalami kecelakaan yang berakibat kaki kirinya patah. Hal ini mengharuskan dia totally bed rest.
Aku tidak memandang ini sebagai musibah. Mungkin ini salah satu cara Allah dalam menjawab doa-doa kami. Allah lebih tau apa yang sebenarnya kita butuhkan. Dan aku yakin, ada something yang bisa aku ambil dari peristiwa ini. Dan semoga aku tidak terlambat untuk menyadarinya. Semoga.
No commentsApr 20
Topeng Kepuraan
Aku marah….dadaku sesak menahan amarah,
tapi aku tak berani berujar
Aku tidak setuju, aku tidak mau, aku tidak ingin,
tapi kenapa kata yang terluncur adalah ucapan ya…
Aku berharap orang di sekelilingku mengerti
tapi tidak!!! sama sekali tidak,
Orang kira aku sanggup, bagus, penolong, sempurna dan…
berbagai atribut kebaikan lainnya
Meski diri ini terabaikan
aku berusaha untuk selalu bisa, mampu dan membantu
tapi …sesungguhnya aku tidak seperti itu
aku lemah, rapuh dan kadang memaksakan diri
aku hanya merasa bersalah jika tidak bisa
aku tidak dapat mengutarakan kata hati yang sejujurnya
Ada satu sisi batinku yang ingin kusumbangkan untuk orang lain
tapi aku tidak pernah menoleh sisi batinku sendiri
harapanku, kelemahanku, serta daya tahanku, kulupakan…
ucapanku, perilakuku menuju pada tuntutan orang
dan kuacuhkan keadaan diri yang sesungguhnya
Aku sosialku tak sesuai dengan aku diriku
pertentangan-pertentangan ini terus bertarung dalam fikirku
Akhirnya aku menyadari…..ada yang keliru dengan cara pandangku
waktu yang bergulir mengajariku banyak hal
berkaca pada kehidupan orang lain
membaca firman Tuhan dalam ciptaanNya
aku pun mencoba tuk mengerti makna hidup
agar jujur…ikhlas…dan apa adanya!
Ternyata dunia tidak berakhir ketika aku berani bersikap,
ketika aku mengenalkan diri tanpa selaput kepuraan
Orang-orang pun tak pergi meninggalkanku
kalau ada yang datang, akan ada pula yang pergi
kusadari itu sebuah sunatullah
Selama ini aku terbelenggu oleh perasaanku sendiri
tersiksa oleh persepsi orang yang dibuat sendiri olehku
nuraniku yang seringkali tak kuturuti
hanya tuk sekedar mengejar pengakuan semu dan obsesi duniawi
Sekarang bagiku…
MENJADI BAHAGIA LEBIH BERHARGA DARIPADA MENJADI SEMPURNA
Seperti berharganya menjadi diri yang berarti dengan penuh ketulusan.
source: FB- Renungan Kisah Insiratif
No commentsApr 19
Berkualitas tak selalu harus mahal
Ceritanya Sabtu kemaren kami -aku dan suami-Â keliling Jakarta tanpa tujuan yang jelas. Karena aku selalu menolak ketika ditawari untuk jalan-jalan dimall, akhirnya muter-muter aja ngikutin jalan.
Dan ternyata motor di arahkan menuju daerah Kota. Tau sendiri donk kalau sore menjelang malam suasana Jakarta Kota itu seperti apa.
“Hubby, itu kenapa masing-masing ada nomornya ?”, tanyaku ketika melintasi daerah Glodok, dimana disepanjang jalan itu banyak kedai gerobak yang ada nomornya.
No commentsApr 17
Kita ‘bulet’, bukan kotak
Semalam ketika sedang menyaksikan acara Indonesia Idol di RCTI, pada saat Dea *CMIIW* yang menyanyikan lagu kotak, berkomunikasi dengan vokalis kotak dan memberi tanda kotak dengan menggunakan jarinya, secara iseng aku niruin gaya membuat simbol tersebut.
Lha ternyata kok ya salah, bukannya simbol kotak, jadinya malah simbol A, waktu di bilang salah sama Hubby, aku bilang ” Lha ini kan simbol buat Agnes tuhhh..”, hihihi ngeles ceritanya.
“Kalo Hubby ngasih simbol buat aku apaan donk ?”, berharap dia akan ngasih tanda cinta dengan menggunakan jari-jarinya.
“Begini…” jawabnya sambil membentuk tanda “OK” dengan menyatukan jempol dan telunjuknya membentuk bulatan, dua tangan sekaligus.
“Kok gitu sih..” protesku.
“Lha kan bulet-bulet, kita kan emang bulet-bulet…” jawabnya cuek.
Gubrakkksss…
No commentsApr 16
Pembosan atau pemalas ?!?
Bisa dibilang dulu aku cukup rajin untuk urusan tulis menulis di blog. Bahkan dulu aku sampai punya beberapa blog di media yang berbeda.
Tapi entah kenapa setahun (kayaknya sih lebih) belakangan rasanya enggan banget untuk nyentuh blog. Blog dianggurin, gak pernah di update.
Setiap kali di tanya oleh teman kenapa gak pernah update, banyak alasan yang aku kemukanan.. lagi sibuklah, koneksinya gak bagus lah, namun sepertinya yang paling dominan karena akunya yang males.
Selain dikarenakan koneksi yang lumayan anjut-anjutan dan bikin males update, mungkin aku tipikal orang yang mudah bosan (hal ini baru belakangan aku sadari, semoga gak bosan sama suami hehe). Dan kalau ‘penyakit’ yang satu ini sudah mendominasi, rasanya perlu ‘pengobatan’ yang cukup ampuh untuk menyembuhkannya.
Jalan-jalan keluar kota yang sejuk, jauh dari hingar bingar Jakarta yang sumpek, hanya berdua saja dengan suami menikmati indahnya hari, sepertinya akan cukup membantu (request terselubung nih hihi).
No commentsMar 22
Pahit Asem Manis
Alhamdulillahhhh.. akhirnya aku bisa lulus pas delapan semester dengan IP yang cukup memuaskan, meski sedikit dibawah target awal. Tapi gak papalah, engga terlalu mengecewakan.
Dan yang pasti aku happy banged karena udah bisa bikin bangga keluarga juga My Poo. Setelah ngalamin up ‘n down masa2 akhir kuliah, masa-masa ngerjain skripsi sampai sidang, akhirnya semua terlewati sudah.
Alhamdulillah juga selama ngerjain skripsi lumayan lancar, skripsi selesai pas 2 bulan lewat 10 hari. Tapi sempet juga sih, ngalamin yang namanya gondok, kesel, frustasi ngadepin pembimbing skripsi, bahkan sampe dibikin mewek dikampus. Tapi alhamdulillah *again* semua terbayar pas pengumuman kelulusan bahwa aku lulus dengan nilai A.
Cuman yang bikin bingung, stamina badanku yang jadinya payah, bolak balik ngedrop. Pas abis sidang komprehensif, langsung sakit selama seminggu. Sehat seminggu, trus lanjut sidang skripsi, abis sidang skripsi sakit lagi. Pas udah mendingan, ikut acara kantore suami ke Ciater, lha ndilalah kok ya pas pulang balik sakit lagi sampe sekarang *haeshh*
Banyak yang bilang “jangan-jangan kamu hamil, trus itu bawaan bayi”, lha hamil gimana lha wong bulan ini aja masih dapet kok ya.. tapi ya karena didesak buat ngecek dulu, akhirnya ya dicek.. dan hasilnyaaa….
Taraaaaaaaaa….. ternyata aku blum hamil.
Gak tau mo seneng apa sedih sih, senengnya karena kl ternyata beneran hamil lha kan kasian anaknya nanti udah dicekokin macem2 obat selama sebulan ini. Trus sedihnya.. aku keduluan adekkuuuu
hehehe
Doain ya temen-temen
, makasihhhh…
Mar 13
mata batin
Ceritanya kemaren itu lagi ngumpul bareng sahabat-sahabat blog yang lagi ke Jakarta di pizza hut pondok indah. Ada Mbak Dee, Teh Okky dari Garut, Riu dari Nganjuk, Haerul dari Makasar, Ferror dari Semarang, Bang Bisot eks Bekasier tapi skarang jadi warga Flores, Duo Abel (maksudnya Abel sama anaknya), ada Aci dari Cibubur, dan gak ketinggalan ada aku
. Sambil berhaha hihi, acara wajibpun digelar -nge order makanan-.
Nah ceritanya pas si Bang Bisot ini Read more
7 comments