Archive for April, 2010
Topeng Kepuraan
Aku marah….dadaku sesak menahan amarah,
tapi aku tak berani berujar
Aku tidak setuju, aku tidak mau, aku tidak ingin,
tapi kenapa kata yang terluncur adalah ucapan ya…
Aku berharap orang di sekelilingku mengerti
tapi tidak!!! sama sekali tidak,
Orang kira aku sanggup, bagus, penolong, sempurna dan…
berbagai atribut kebaikan lainnya
Meski diri ini terabaikan
aku berusaha untuk selalu bisa, mampu dan membantu
tapi …sesungguhnya aku tidak seperti itu
aku lemah, rapuh dan kadang memaksakan diri
aku hanya merasa bersalah jika tidak bisa
aku tidak dapat mengutarakan kata hati yang sejujurnya
Ada satu sisi batinku yang ingin kusumbangkan untuk orang lain
tapi aku tidak pernah menoleh sisi batinku sendiri
harapanku, kelemahanku, serta daya tahanku, kulupakan…
ucapanku, perilakuku menuju pada tuntutan orang
dan kuacuhkan keadaan diri yang sesungguhnya
Aku sosialku tak sesuai dengan aku diriku
pertentangan-pertentangan ini terus bertarung dalam fikirku
Akhirnya aku menyadari…..ada yang keliru dengan cara pandangku
waktu yang bergulir mengajariku banyak hal
berkaca pada kehidupan orang lain
membaca firman Tuhan dalam ciptaanNya
aku pun mencoba tuk mengerti makna hidup
agar jujur…ikhlas…dan apa adanya!
Ternyata dunia tidak berakhir ketika aku berani bersikap,
ketika aku mengenalkan diri tanpa selaput kepuraan
Orang-orang pun tak pergi meninggalkanku
kalau ada yang datang, akan ada pula yang pergi
kusadari itu sebuah sunatullah
Selama ini aku terbelenggu oleh perasaanku sendiri
tersiksa oleh persepsi orang yang dibuat sendiri olehku
nuraniku yang seringkali tak kuturuti
hanya tuk sekedar mengejar pengakuan semu dan obsesi duniawi
Sekarang bagiku…
MENJADI BAHAGIA LEBIH BERHARGA DARIPADA MENJADI SEMPURNA
Seperti berharganya menjadi diri yang berarti dengan penuh ketulusan.
source: FB- Renungan Kisah Insiratif
No commentsBerkualitas tak selalu harus mahal
Ceritanya Sabtu kemaren kami -aku dan suami-Â keliling Jakarta tanpa tujuan yang jelas. Karena aku selalu menolak ketika ditawari untuk jalan-jalan dimall, akhirnya muter-muter aja ngikutin jalan.
Dan ternyata motor di arahkan menuju daerah Kota. Tau sendiri donk kalau sore menjelang malam suasana Jakarta Kota itu seperti apa.
“Hubby, itu kenapa masing-masing ada nomornya ?”, tanyaku ketika melintasi daerah Glodok, dimana disepanjang jalan itu banyak kedai gerobak yang ada nomornya.
No commentsKita ‘bulet’, bukan kotak
Semalam ketika sedang menyaksikan acara Indonesia Idol di RCTI, pada saat Dea *CMIIW* yang menyanyikan lagu kotak, berkomunikasi dengan vokalis kotak dan memberi tanda kotak dengan menggunakan jarinya, secara iseng aku niruin gaya membuat simbol tersebut.
Lha ternyata kok ya salah, bukannya simbol kotak, jadinya malah simbol A, waktu di bilang salah sama Hubby, aku bilang ” Lha ini kan simbol buat Agnes tuhhh..”, hihihi ngeles ceritanya.
“Kalo Hubby ngasih simbol buat aku apaan donk ?”, berharap dia akan ngasih tanda cinta dengan menggunakan jari-jarinya.
“Begini…” jawabnya sambil membentuk tanda “OK” dengan menyatukan jempol dan telunjuknya membentuk bulatan, dua tangan sekaligus.
“Kok gitu sih..” protesku.
“Lha kan bulet-bulet, kita kan emang bulet-bulet…” jawabnya cuek.
Gubrakkksss…
No commentsPembosan atau pemalas ?!?
Bisa dibilang dulu aku cukup rajin untuk urusan tulis menulis di blog. Bahkan dulu aku sampai punya beberapa blog di media yang berbeda.
Tapi entah kenapa setahun (kayaknya sih lebih) belakangan rasanya enggan banget untuk nyentuh blog. Blog dianggurin, gak pernah di update.
Setiap kali di tanya oleh teman kenapa gak pernah update, banyak alasan yang aku kemukanan.. lagi sibuklah, koneksinya gak bagus lah, namun sepertinya yang paling dominan karena akunya yang males.
Selain dikarenakan koneksi yang lumayan anjut-anjutan dan bikin males update, mungkin aku tipikal orang yang mudah bosan (hal ini baru belakangan aku sadari, semoga gak bosan sama suami hehe). Dan kalau ‘penyakit’ yang satu ini sudah mendominasi, rasanya perlu ‘pengobatan’ yang cukup ampuh untuk menyembuhkannya.
Jalan-jalan keluar kota yang sejuk, jauh dari hingar bingar Jakarta yang sumpek, hanya berdua saja dengan suami menikmati indahnya hari, sepertinya akan cukup membantu (request terselubung nih hihi).
No comments