Archive for May, 2010
:: Cerita ketapel dan bola bekel ::
Katanya.. dibalik kesuksesan seorang laki-laki (suami), tidak lepas dari dukungan seorang wanita (istri). Dan sepertinya saya sudah demikian termakan pepatah itu. Saya begitu terobsesi membuat pasangan saya untuk ‘berjalan lebih cepat’, bahkan kalau perlu berlari cepat. Bisa dibayangkan kan.. sudah berlari, harus cepat pula. Untuk seseorang yang notabene terbiasa berjalan santai (pelan), tentunya hal ini cukup mengagetkan. Perlu effort yang besar untuk menyesuaikan.
Seperti umumnya pasangan baru lainnya -meskipun kami tidak bisa dibilang baru lagi-, yang masih membutuhkan adaptasi dan pembenahan disana sini, demikian juga kami. Pada saat saya mengetahui bahwa pasangan saya mengalami krisis kepercayaan diri untuk ‘menaklukkan’ ibukota (sementara kami harus menetap di ibukota), keinginan untuk membangkitkan kepercayaan diri pasangan tentu menjadi obsesi saya.
Menurut hemat saya, seseorang akan percaya diri apabila dia mengetahui banyak hal. Meskipun tidak sepenuhnya dari faktor tersebut, paling tidak dengan banyak tau akan memudahkan untuk berinteraksi dengan orang lain. Banyak hal yang bisa dibicarakan, tidak akan mati gaya, yang pada akhirnya akan membuat lebih percaya diri. Untuk itu saya sering ‘memaksa’ pasangan saya untuk suka membaca, meskipun dia tidak begitu suka membaca. Dan ternyata perlu waktu dan kesabaran yang ekstra.
Semenjak pasangan saya mengalami kecelakaan tiga minggu yang lalu yang mengakibatkan kaki kirinya patah, banyak hal yang membuat saya menyadari sesuatu. Dari perbincangan dengan seorang sahabat yang juga seorang suhu
, akhirnya saya menyadari bahwa yang dibutuhkan pasangan untuk memperoleh kehidupan yang lebih berkualitas itu adalah kekompakan.
Selama ini mungkin kami kurang kompak, sampai harus diingatkan untuk lebih kompak melalui kecelakaan yang dialami pasangan saya. Seperti yang dikatakan sahabat suhu saya itu, kecelakaan ini hanya sebuah isyarat. Isyarat bahwa ada yang harus diperlambat atau dipercepat. Saya jadi ingat bahwa yang menginginkan untuk cepat itu saya, sementara untuk keinginan tersebut saya memaksa pasangan saya untuk mensejajarkan diri dengan saya. Saya sendiri belum tau persis hikmah dari kecelakaan itu apa, tapi saya yakin pasti ada banyak hal yang bisa saya ambil.        
Untuk sementara yang saya pahami, kami memang harus terpelanting untuk bisa melambung tinggi, sama halnya dengan bola bekel yang harus dibanting keras agar bisa melambung tinggi. Kami harus mundur sejenak untuk kemudian melesat jauh kedepan, sama halnya dengan batu dalam ketapel, harus ditarik mundur untuk bisa melesat jauh kedepan.
Istirahat bukan berarti berhenti, namun mengumpulkan tenaga untuk perjalanan yang lebih jauh.
1 commentScramble egg with onion and tomato
Gara-gara tukang sayur di komplek rumah yang datangnya sesuka hatinya, kadang membuat aku harus lebih kreatif mengolah bahan makanan seadanya dirumah, menjadi hidangan yang -tentunya- istimewa. Apalagi sekarang dengan kondisi suami yang lagi banyak pantangan makanan, kadang suka bingung milih menu yang pas.
Karena stok bahan makanan dirumah udah abis, yang ada tinggal telur, tomat dan bawang bombay, maka jadilah hidangan sederhana tapi sehat. Pilihan menu yang simple, praktis dan cepat masaknya.
– Scramble egg with onion and tomato–
Bahan yang dibutuhkan :
- 5 butir telur (bisa kurang, bisa lebih sesuai selera)
- Bawang bombay 2 (ukuran sedang), cincang kasar.
- Bawang putih 6 butir, cincang halus.
- Tomat 2 buah, potong dadu.
- Lada hitam secukupnya.
- Garam secukupnya.
- Gula secukupnya.
- Cabe rawit (kalau suka) sesuai selera, cincang kasar.
No commentsMinced beef in been sprout
Sejak suami kecelakaan april kemaren, yang akhirnya mengharuskan dia pantang makan beberapa jenis makanan, akhirnya sempet bikin bingung juga mo masakin apa. Tapi alhamdulillah untuk daging sapi masih diperbolehkan. Gak kebayang kalau daging juga harus dilarang. Paling banter dikasih tahu tempe aja tiap hari hehehe.
Satu minggu pertama pasca kecelakaan, aku cuman masakin tempe sama sayur bening aja tiap hari. Meski tempenya dimasak dalam beberapa variasi, ternyata tetep saja bikin bosen makannya. Sebagai selingan aku belikan bakso. Makan bakso juga gak bertahan lama, karena bosen juga.
Akhirnya kemaren pas belanja bulanan ke supermarket, sekalian belanja sayur dan daging. Dan kepikir buat masak taoge, yang kebetulan jenis sayur kesukaan suami. Berikut resep sederhana yang gampang masaknya.
–Minced beef in been sprout and kucai–
Bahan yang diperlukan : Taoge secukupnya, daging sapi giling 1/4 kg, kucai secukupnya, bawang putih (cincang kasar), jahe (keprek), lada hitam secukupnya, gula secukupnya, garam secukupnya, kecap asin 2 sdm, kecap manis 1 sdm, tepung jagung secukupnya.
Cara masak :
No commentsApril-ku
Bulan april tahun ini begitu berwarna buat aku. Banyak hal dan peristiwa yang terjadi, yang pada akhirnya sedikit merubah pola pikirku.
Tanggal 24 april, aku dikukuhkan sebagai seorang sarjana dengan menyandang predikat lulus dengan pujian. Alhamdulillah. Salah satu pencapaian yang cukup membanggakan buat aku, suami, juga orang tua.
Selang lima hari kemudian, tanggal 29 april, my beloved husband, mengalami kecelakaan yang berakibat kaki kirinya patah. Hal ini mengharuskan dia totally bed rest.
Aku tidak memandang ini sebagai musibah. Mungkin ini salah satu cara Allah dalam menjawab doa-doa kami. Allah lebih tau apa yang sebenarnya kita butuhkan. Dan aku yakin, ada something yang bisa aku ambil dari peristiwa ini. Dan semoga aku tidak terlambat untuk menyadarinya. Semoga.
No comments