I have a Baby
Dengan panik aku segera menggendong bayi mungil itu. Mendekap erat di pelukanku. Bayi tampan mungil itu, mendesah. Mencecap hangatnya dekapanku.
Ah.. aku harus segera mengganti pampersnya nih, pikirku. Pampers yang di pakai bayi mungilku sudah terasa basah. Tapi hebatnya bayi mungilku tidak merengek, rewel minta segera di ganti. Aku yang malah panik mencari ruang “baby care”.
Setelah kecapekan mencari baby care room yang tak kunjung ketemu, aku tatap bayi mungilku, dia tersenyum sangattttt manis seakan berkata “Aku baik-baik saja Mom, jangan panik yaaa.. aku masih bisa bertahan makai pampers ini kok”. Membuat aku sedikit tenang. Namun ketenangan itu hanya sesaat, karena aku melihat sungai yang sudah mengering di depanku. Arghhh.. kenapa harus sesulit ini mencari sedikit ruang untuk mengganti popok bayiku, desahku dalam hati.
Kabar baiknya : segala ribet dan ruwet itu hanya mimpi.
Kabar buruknya : bayi mungil dalam dekapanku juga cuma mimpi.
Ahhh….