MboeLoiy

Until The End of Time ….

Mar 13

mata batin

Category: Cerita harian

Ceritanya kemaren itu lagi ngumpul bareng sahabat-sahabat blog yang lagi ke Jakarta di pizza hut pondok indah. Ada Mbak Dee, Teh Okky dari Garut, Riu dari Nganjuk, Haerul dari Makasar, Ferror dari Semarang, Bang Bisot eks Bekasier tapi skarang jadi warga Flores, Duo Abel (maksudnya Abel sama anaknya), ada Aci dari Cibubur, dan gak ketinggalan ada aku :D . Sambil berhaha hihi, acara wajibpun digelar -nge order makanan-.

Nah ceritanya pas si Bang Bisot ini nanya minum panasnya apa aja, dikasihlah alternatif hot drink sama masnya. Kebetulan posisi Bang Bisot disebelah kananku dan posisi si masnya dibelakangku. jadi ya kedengeran apa aja pilihan minumannya. Pas disebutin sama masnya, dalam hati aku sempet berujar “hot capuccino aja” dan dhilalah kok ya itu yang dipesen Bang Bisot sesaat kemudian. Iseng aja akhirnya aku ceritain hal itu ke dia, ehhh ternyata malah jadi pembahasan yang rada serius. Menurut dia hal seperti itu ketajamannya bisa di asah dan dilatih.

Dan pas nganter Teh Okky ke terminal untuk pulang, pas di depan terminal lebak bulus, perasaanku mengatakan ada Mbul diantara padatnya pengendara motor yang melintas. Dan pas aku cari-cari, ternyataaaaaa memang ada Mbul melintas di depan terminal itu. Hoaaaaaaaa… jadi serem juga jadinya. Akhirnya untuk nutupin rasa serem, aku cuman bilang ke Teh Okky juga Mbak Dee “Tuh Mbul pulang” sambil nunjuk ke arah Mbul.

Hehehe kok jadi horor gini yak aku. Tapi setelah mengingat-ingat, selama ini aku sering mengalami hal serupa, hanya saja selama ini gak begitu ngeh dan aku anggap hal itu wajar saja. Seperti misalnya jaman dulu pas kelas 1 SMA, aku pernah punya sahabat yang ‘merebut’ orang yang aku suka. Dan saat itu karena ngerasa sakit hati, aku pernah membatin -’menyumpahi’ dalam hati- mereka bahwa kelak mereka akan mengalami hal yang akan membuat mereka malu. Dan seiring tahun yang berlalu, aku juga melupakan peristiwa itu. Di tahun terakhir bangku SMA, aku dengar kabar kalo sahabatku itu gak bisa ikut EBTA praktek olahraga karena hamil. Saat itu aku baru ingat kembali bahwa aku pernah berkata dalam hati tentang hal itu. Saat itu aku masih berpikir bahwa hal itu hanya kebetulan saja.

Dulu aku sempat menceritakan ketakutanku tentang hal seperti ini ke Mbul. Dulu aku mikirnya karena aku dalam kondisi yang tersakiti yang menyebabkan apa yang aku ucapkan dalam hati saat itu akhirnya beneran terjadi. Mbul dulu bilang sih karena itu kebetulan saja, dan gak perlu terlalu dipikirkan.

Dan kemaren setelah ngobrol dengan bang Bisot, aku sempet berpikir-pikir lagi, bahwa ternyata selama ini  ternyata banyak peristiwa “kebetulan” itu terjadi antara aku sama Mbul. Seperti misalnya kalo kita lagi mo nentuin menu makan, sering banget apa yang di pilih Mbul itu sama dengan apa yang aku pikirkan. Dan selama ini aku hanya berpikir bahwa itu terjadi karena aku dan Mbul itu pasangan suami-istri, dan merupakan hal yang wajar kita bisa menebak / mengetahui selera pasangan.

Dan sekarang aku jadi rada serem sendiri nih. Takut dengan apa yang ada di alam pikiranku sendiri. Karena kalo aku ngerasa tersakiti atau sedang marah, aku hanya bisa marah dalam hati. Aku akan memaki, menyumpah, mengumpat sepuasnya untuk meredakan amarah, tapi ya cuma dalam hati. Jadi sekarang gimana ya caranya ngontrol marah dalam hati itu..?? Lieurrrr euiiiiii…

7 comments

7 Comments

(Required)
(Required, will not be published)