Tue
20
9:56 pm

Aku marah….dadaku sesak menahan amarah,
tapi aku tak berani berujar
Aku tidak setuju, aku tidak mau, aku tidak ingin,
tapi kenapa kata yang terluncur adalah ucapan ya…
Aku berharap orang di sekelilingku mengerti
tapi tidak!!! sama sekali tidak,
Orang kira aku sanggup, bagus, penolong, sempurna dan…
berbagai atribut kebaikan lainnya

Meski diri ini terabaikan
aku berusaha untuk selalu bisa, mampu dan membantu
tapi …sesungguhnya aku tidak seperti itu
aku lemah, rapuh dan kadang memaksakan diri
aku hanya merasa bersalah jika tidak bisa
aku tidak dapat mengutarakan kata hati yang sejujurnya

Ada satu sisi batinku yang ingin kusumbangkan untuk orang lain
tapi aku tidak pernah menoleh sisi batinku sendiri
harapanku, kelemahanku, serta daya tahanku, kulupakan…
ucapanku, perilakuku menuju pada tuntutan orang
dan kuacuhkan keadaan diri yang sesungguhnya
Aku sosialku tak sesuai dengan aku diriku
pertentangan-pertentangan ini terus bertarung dalam fikirku

Akhirnya aku menyadari…..ada yang keliru dengan cara pandangku
waktu yang bergulir mengajariku banyak hal
berkaca pada kehidupan orang lain
membaca firman Tuhan dalam ciptaanNya
aku pun mencoba tuk mengerti makna hidup
agar jujur…ikhlas…dan apa adanya!

Ternyata dunia tidak berakhir ketika aku berani bersikap,
ketika aku mengenalkan diri tanpa selaput kepuraan
Orang-orang pun tak pergi meninggalkanku
kalau ada yang datang, akan ada pula yang pergi
kusadari itu sebuah sunatullah

Selama ini aku terbelenggu oleh perasaanku sendiri
tersiksa oleh persepsi orang yang dibuat sendiri olehku
nuraniku yang seringkali tak kuturuti
hanya tuk sekedar mengejar pengakuan semu dan obsesi duniawi
Sekarang bagiku…
MENJADI BAHAGIA LEBIH BERHARGA DARIPADA MENJADI SEMPURNA
Seperti berharganya menjadi diri yang berarti dengan penuh ketulusan.

source: FB- Renungan Kisah Insiratif

Ceritanya Sabtu kemaren kami -aku dan suami-  keliling Jakarta tanpa tujuan yang jelas. Karena aku selalu menolak ketika ditawari untuk jalan-jalan dimall, akhirnya muter-muter aja ngikutin jalan.

Dan ternyata motor di arahkan menuju daerah Kota. Tau sendiri donk kalau sore menjelang malam suasana Jakarta Kota itu seperti apa.

“Hubby, itu kenapa masing-masing ada nomornya ?”, tanyaku ketika melintasi daerah Glodok, dimana disepanjang jalan itu banyak kedai gerobak yang ada nomornya.

Read the rest of this entry »

Semalam ketika sedang menyaksikan acara Indonesia Idol di RCTI, pada saat Dea *CMIIW* yang menyanyikan lagu kotak, berkomunikasi dengan vokalis kotak dan memberi tanda kotak dengan menggunakan jarinya, secara iseng aku niruin gaya membuat simbol tersebut.

Lha ternyata kok ya salah, bukannya simbol kotak, jadinya malah simbol A, waktu di bilang salah sama Hubby, aku bilang ” Lha ini kan simbol buat Agnes tuhhh..”, hihihi ngeles ceritanya.

“Kalo Hubby ngasih simbol buat aku apaan donk ?”, berharap dia akan ngasih tanda cinta dengan menggunakan jari-jarinya.

“Begini…” jawabnya sambil membentuk tanda “OK” dengan menyatukan jempol dan telunjuknya membentuk bulatan, dua tangan sekaligus.

“Kok gitu sih..” protesku.

“Lha kan bulet-bulet, kita kan emang bulet-bulet…” jawabnya cuek.

Gubrakkksss…

Fri
16
11:13 am

Bisa dibilang dulu aku cukup rajin untuk urusan tulis menulis di blog. Bahkan dulu aku sampai punya beberapa blog di media yang berbeda.

Tapi entah kenapa setahun (kayaknya sih lebih) belakangan rasanya enggan banget untuk nyentuh blog. Blog dianggurin, gak pernah di update.

Setiap kali di tanya oleh teman kenapa gak pernah update, banyak alasan yang aku kemukanan.. lagi sibuklah, koneksinya gak bagus lah, namun sepertinya yang paling dominan karena akunya yang males.

Selain dikarenakan koneksi yang lumayan anjut-anjutan dan bikin males update, mungkin aku tipikal orang yang mudah bosan (hal ini baru belakangan aku sadari, semoga gak bosan sama suami hehe). Dan kalau ‘penyakit’ yang satu ini sudah mendominasi, rasanya perlu ‘pengobatan’ yang cukup ampuh untuk menyembuhkannya.

Jalan-jalan keluar kota yang sejuk, jauh dari hingar bingar Jakarta yang sumpek, hanya berdua saja dengan suami menikmati indahnya hari, sepertinya akan cukup membantu (request terselubung nih hihi).

Mon
22
1:35 pm

Alhamdulillahhhh.. akhirnya aku bisa lulus pas delapan semester dengan IP yang cukup memuaskan, meski sedikit dibawah target awal. Tapi gak papalah, engga terlalu mengecewakan.

Dan yang pasti aku happy banged karena udah bisa bikin bangga keluarga juga My Poo. Setelah ngalamin up ‘n down masa2 akhir kuliah, masa-masa ngerjain skripsi sampai sidang, akhirnya semua terlewati sudah.

Alhamdulillah juga selama ngerjain skripsi lumayan lancar, skripsi selesai pas 2 bulan lewat 10 hari. Tapi sempet juga sih, ngalamin yang namanya gondok, kesel, frustasi ngadepin pembimbing skripsi, bahkan sampe dibikin mewek dikampus. Tapi alhamdulillah *again* semua terbayar pas pengumuman kelulusan bahwa aku lulus dengan nilai A.

Cuman yang bikin bingung, stamina badanku yang jadinya payah, bolak balik ngedrop. Pas abis sidang komprehensif, langsung sakit selama seminggu. Sehat seminggu, trus lanjut sidang skripsi, abis sidang skripsi sakit lagi. Pas udah mendingan, ikut acara kantore suami ke Ciater, lha ndilalah kok ya pas pulang balik sakit lagi sampe sekarang *haeshh*

Banyak yang bilang “jangan-jangan kamu hamil, trus itu bawaan bayi”, lha hamil gimana lha wong bulan ini aja masih dapet kok ya.. tapi ya karena didesak buat ngecek dulu, akhirnya ya dicek.. dan hasilnyaaa….

Taraaaaaaaaa….. ternyata aku blum hamil.

Gak tau mo seneng apa sedih sih, senengnya karena kl ternyata beneran hamil lha kan kasian anaknya nanti udah dicekokin macem2 obat selama sebulan ini. Trus sedihnya.. aku keduluan adekkuuuu :( hehehe

Doain ya temen-temen :) , makasihhhh…

Fri
13
12:14 pm

Ceritanya kemaren itu lagi ngumpul bareng sahabat-sahabat blog yang lagi ke Jakarta di pizza hut pondok indah. Ada Mbak Dee, Teh Okky dari Garut, Riu dari Nganjuk, Haerul dari Makasar, Ferror dari Semarang, Bang Bisot eks Bekasier tapi skarang jadi warga Flores, Duo Abel (maksudnya Abel sama anaknya), ada Aci dari Cibubur, dan gak ketinggalan ada aku :D . Sambil berhaha hihi, acara wajibpun digelar -nge order makanan-.

Nah ceritanya pas si Bang Bisot ini Read the rest of this entry »

Tue
3
2:17 pm

Setelah tertunda beberapa kali, akhirnya acara pindah kost nya terlaksana juga. Sempet ngerasa frustasi juga sih dengan banyaknya barang yang harus di bawa. Gak nyangka memang selama hampir 4 tahun berada di kost yang lama ini, sudah berhasil mengumpulkan segitu banyak barang. Saking frustasinya, sempet down dan jadinya malah males packing.

Packing di mulai hari Jum’at sore di bantu suami, milah milih mana yang dibawa dan mana yang dibuang. Rencana hari sabtu kita sudah bisa angkut barang ke tempat yang baru, ternyata perkiraan kita meleset. Gara-gara barang yang ajubuneng banyaknya, hari sabtu belum selesai acara packing. Baru selesai malah hari minggu. Alhasil hari senin baru bisa angkut barang ke tempat baru.

Semalam kami sudah mulai tidur di tempat baru. Dan ternyata aku belum sepenuhnya bisa lepas dari tempat yang lama, apa mungkin karena atmosfernya yang berbeda, ato akunya saja yang belum rela untuk pindah ya..?? entahlah. Kalo bahasa suami sih, fisikku saja yang pindah tempat tapi hatiku masih di tempat yang lama. Hehehe ya gimana gak.. lha wong aku sudah menetap disitu hampir 4 tahun dan gak pindah-pindah. Jadi serasa sudah ada ikatan batinnya gitu –halahh lebay–. Dan jadinya bawaannya malah aleman, manja dan mewek terus. Hehehe persis anak kecil banged.

Kata orang, setiap tindakan, keputusan atau kejadian itu pasti ada alasan dan hikmahnya. Untuk saat ini hikmah yang bisa aku rasa dari keputusan pindah ini, kami bisa sedikit menyisihkan dana untuk di tabung untuk mewujudkan impian kami kedepan. Selain itu, mungkin ini proses pembelajaran buat aku bahwa ternyata hidup di Jakarta itu gak mudahhhh boooo… hehehe. Setelah selama ini dimanjakan oleh fasilitas yang membuat aku berfikir hidup di Jakarta itu enak dan gampang karena kemudahan-kemudahan yang diberikan kepadaku. And now.. time for me to wake up, time for me to face the real life –haha lebay lagi dehhh–.

Seperti orang bilang, kehidupan itu kayak roda yang ada disepeda, roda itu akan terus berputar kalo sepedanya terus di goes.

So.. dear Hubby, sepedaku manaaaaa..?? biar aku bisa goes-goes, biar rodanya gak stuck di satu tempat aja  –sambil nagih nih–. Nah loooooo…

Tue
6
3:28 pm

Orang bilang, pembalasan itu akan jauh lebih kejam dari apa yang sudah di perbuat. Mungkin hal itu ada benarnya, karena efek dari dendam itu seperti kayu bakar untuk sebuah tungku niat dan tekad. Hanya saja  dendam sering di intepretasikan negatif. Dendam di anggap sebagai penyakit hati, sama seperti rasa iri. Meski dianggap negatif, aku merasa sering menyimpan dendam juga iri. Aku sering merasa iri pada orang2 yang sukses. Aku iri ketika melihat orang2 disekitarku bisa sekolah tinggi bahkan sampai ke luar negeri. Sampai pada akhirnya aku mendapati bahwa tidak selamanya dendam / iri itu buruk. Selama kita mampu memanage rasa itu, ternyata bisa memberikan dampak yang positif pada kita. Read the rest of this entry »

Wed
31
11:37 am

Semua mahluk yang ada di dunia ini baik itu mahluk hidup ataupun mati pasti mempunyai fungsi. Dengan kata lain semua mahluk pasti ada kegunaannya di bumi ini. Terutama manusia yang katanya adalah mahluk Tuhan yang paling sempurna. Secara logika seharusnya manusia adalah mahluk yang mempunyai fungsi yang paling besar di bumi ini.

Berarti manusia sudah dikodratkan sebagai mahluk yang berguna. Kalau dilihat dari sisi manusianya, seharusnya semua manusia mempunyai perasaan bahwa dirinya pasti mempunyai arti dan berguna.

Tapi kenapa tetap ada manusia yang punya perasaan sebaliknya. Merasa dirinya tidak ada arti apapun. Tidak berguna sama sekali. Bukannya bermanfaat tapi sebaliknya memberikan permasalahan-permasalahan.

Atau mungkin pemikiran saya diatas yang salah. Atau mungkin setiap manusia pasti mempunyai peran di bumi ini, tetapi ada yang positif dan ada yang negatif ? jadi apakah tidak semua manusia berguna (dalam artian positif) ?

Mon
22
5:14 pm

Dengan panik aku segera menggendong bayi mungil itu. Mendekap erat di pelukanku. Bayi tampan mungil itu, mendesah. Mencecap hangatnya dekapanku.

Ah.. aku harus segera mengganti pampersnya nih, pikirku. Pampers yang di pakai bayi mungilku sudah terasa basah. Tapi hebatnya bayi mungilku tidak merengek, rewel minta segera di ganti. Aku yang malah panik mencari ruang “baby care”.

Setelah kecapekan mencari baby care room yang tak kunjung ketemu, aku tatap bayi mungilku, dia tersenyum sangattttt manis seakan berkata “Aku baik-baik saja Mom, jangan panik yaaa.. aku masih bisa bertahan makai pampers ini kok”. Membuat aku sedikit tenang. Namun ketenangan itu hanya sesaat, karena aku melihat sungai yang sudah mengering di depanku. Arghhh.. kenapa harus sesulit ini mencari sedikit ruang untuk mengganti popok bayiku, desahku dalam hati.

Kabar baiknya : segala ribet dan ruwet itu hanya mimpi.

Kabar buruknya : bayi mungil dalam dekapanku juga cuma mimpi.

Ahhh….